BANK SUMSEL BABEL MITRA ANDA MEMBANGUN DAERAH

Minggu, 20 Januari 2013

KENWOOD HF TRANSCEIVER TS-480SAT & TS480HX



Tailor-made for DX' ing, the new TS-480HX HF transceiver raises the bar on portable performance. Despite its compact dimensions, it delivers an astonishing punch: 200W with a DC 13.8V supply. Yet its separate control panel is perfect for base station use. Sharing virtually all the same powerful features is the 100W TS-480SAT, except that it boasts a built-in antenna tuner. Whichever model you choose, you can be sure of enjoying the best of both worlds - first-rate communications at home and on the trail.




  • The TS-480HX is a highly portable rig offering 200W output (50MHz: 100W) - making it ideal for both base station and DX' ing applications. 
  • The 100W TS-480SAT is additionally equipped with a built-in automatic antenna tuner. 
  • 16-bit AF digital signal processing offers such powerful features as noise reduction, TX/RX equalizer, and AF filters. 
  • Sporting a large amber LCD with backlit keys, the standalone control panel can be positioned anywhere up to 4 metres from the main unit. 
  • Include a quad-mixer that provides RX dynamic range in the TS-950 class, PSK31 compatibility, packet cluster tune (with TM-D700E/A), PC-based control, and optional IF filters
The ARCP-480 radio control program* enables PC-based control of all transceiver functions,as well as the customizing of TX/RX equalizer curves.


Using the ARHP-10 radio host program*, you can even control the transceiver remotely over a LAN or via the Internet. The Kenwood Network Command System further enables VoIP (Voice over Internet Protocol) applications.
*Internet-linked operation and/or remote control of Amateur Radio products is subject to local licensing and legislation in the country of use. Ensure that you operate within the terms of your licence at all times.
To use ARHP-10 requires global IP; any questions regarding IP addresses should be directed to your provider.


A computer running Windows® 2000/XP and equipped with a microphone and speakers (or headphones) is required for VoIP




Harga : Rp. 13.250.000,- (SAT), Rp. 13.750.000,- (HX)  Tlp. 081278920033

SOLAR CELL/PANEL SURYA -NEW- (DIJUAL)

PANEL SURYA/SOLAR CELL -NEW- (DIJUAL)

BERGUNA :
  • BAGI DAERAH YANG BELUM TERJANGKAU ALIRAN LISTRIK PLN 
  • REPEATER/RPU DAN PEMANCAR VHF YANG TIDAK ADA ALIRAN LISTRIK PLN
  • UNTUK PENGISIAN AKI/BATRE
  • KEGIATAN OUTDOOR LAINNYA

10 WATT
20 WATT
HARGA : Rp. 30.000,-/WATT + ONGKOS KIRIM

SOLAR CHARGE CONTROLLER -NEW-


30 AMPHERE
HARGA : 
  • 5 AMPER Rp. 250.000,-
  • 10 AMPER Rp. 275.000,-
  • 20 AMPER Rp. 325.000,-
  • 30 AMPER Rp. 1.000.000,-
  • BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM
TELP/SMS : 081278920033

KABEL SERIAL ADAPTER USB RS232 BAFO PREMIUM -NEW- (DIJUAL)

KABEL BAFO PREMIUM USB RS232 -NEW- (DIJUAL)

DAPAT DIPERGUNAKAN SEBAGAI KABEL SERIAL ADAPTER USB RS232 INTERFACE GATEWAY YANG MENGUNAKAN LAPTOP


Features and Specifications
Features
·         Simple and easy to install
·         Plugs into a USB port on a Windows PC or Macintosh
·         Draws power from USB connection, no power adapter required
·         Supports default ROM or external EEPROM for device configuration
·         Supports remote wake-up and power management
·         Works with most popular brands of PDAs
·         Supports data rates over 120 Kbps

Warranty Information
·         1 Year Limited Warranty

Protocol
·         Universal Serial Bus 1.1
·         One male DB9 RS-232 serial port

System Requirements
·         USB equipped PC with 486DX4-100 MHz mininum running Windows 98, XP,Vista, Win7
·         USB equipped Macintosh with G3 mininum running Mac OS Classic 8.6 or later
·         CD-ROM drive

Package Includes
·         USB to Serial Adapter
·         1.75m USB Cable (standard A to B)
·         CD-ROM with installation software & Install guide


HARGA : Rp. 140.000,- + ONGKOS KIRIM

Kamis, 13 Desember 2012

BONGGOL DAN GUTTER RADIAL ANTENA MOBIL 5/8 LAMBDA

Bonggol kosong antena mobil 5/8 lambda untuk yang ingin membuat sendiri antena mobil :
  1. Bahan kuningan dibubut.
  2. Bagian Luar plastik di bubut.
  3. Bagian dalam teflon.


GUTTER RADIAL UNTUK ANTENNA LARSEN
  • BAHAN ALUMUNIUM.
  • RADIAL 1/4 LAMBDA 3 BUAH.
  • BRAKET UNTUK TIANG.
Harga : Tlp/SMS 081278920033

Senin, 22 Oktober 2012

ARRL-ANTENNA BOOK DAN HANDBOOK UNTUK RADIO KOMUNIKASI

Referensi penting yang perlu dimiliki oleh amatir radio. Saya membeli kedua buku ini melalui Kinokinuya Book Store Kuala Lumpur

Rabu, 17 Oktober 2012

MEN-TRIM/LOAD/TUNE KABEL COAXIAL


Mengetahui karakter kabel coaxial yang kita pergunakan sebagai penghantar transmisi ke antenna sangat diperlukan sekali karena pengaruhnya sangat besar terhadap daya pancar transciever yang kita pergunakan. Setiap tipe kabel akan memiliki kerugian yang berbeda, semakin panjang kabel coaxial semakin besar kerugiannya dan semakin tinggi ferkwensi semakin besar kerugian (biasanya dikenal dengan matched loss dengan ukuran db). Transciever dengan daya pancar 100 watt akan terpancarkan di antenna mungkin hanya 70 watt , 30 watt adalah kerugian yang dapat ditimbulkan oleh tipe kabel, tidak matchingnya kabel dan antenna pada frekwensi yang dipergunakan.

Untuk memaksimalkan daya pancar transciever ada 3 hal yang harus anda perhatikan :
  1. Tipe kabel yang akan dipergunakan.
  2. Frekwensi dimana anda akan bekerja.
  3. Antenna.
Type kabel yang akan dipergunakan (lihat tabel dibawah ) :
Pilih kabel sesuai dengan kemampuan kantong anda (semakin mahal umumnya kualitas kabel lebih baik dibandingkan dengan yang harganya murah). Pilih kabel dengan impedansi 50 ohm dan Velocity Factor (VF)-nya tinggi.  Semakin tinggi VF semakin kecil kerugian pada kabel (kerugian pada kabel ditunjukkan dalam dB, lihat tabel dibawah). Tipe RG-8 yang VF-nya tinggi antara lain : Belden 7810A, 9913, 7808A, TMS LMR-400. Sedangkan yang Hardline seperti  Heliax LDF-4,5, dan 6 (harganya mahal). Setelah anda memilih kabel, anda harus men-trim/load kabel tersebut agar matching di frekwensi dimana anda akan bekerja. Untuk men-load kabel (banyak cara yang dilakukan teman-teman untuk men-load kabel). Siapkan dummy load dan SWR meter atau Analyzer jika ada. Ada beberapa cara mentrim/load kabel, antara lain :

Dengan cara mengukur panjang kabel berdasarkan kelipatan genap dari 1/4 lambda ( untuk kabel baru ) :

misalnya : kabel coaxial Belden 9913 dengan VF 84%
( 75/frek.) x VF = ............. meter
( 75/143.500 MHz) x 0,84 = 0,4390 m

Anda memiliki ketinggian antena 18 m dan dari  tiang antena ke radio anda dibutuhkan 4 m, berarti panjang kabel yang diperlukan adalah 22 meter, panjang kabel dengan matched loss-nya kecil adalah :

0,4390 m x 50 = 21,95 m

Setelah kabel tersebut telah anda potong sepanjang 21,95 m pasanglah konektor pada kedua ujung kabel (solder secara permanen salah satu ujung kabel yang telah terpasang konektor, sedangkan ujung yang satunya lagi jangan disolder permanen, gunanya untuk mempermudah pemotongan kabel).

Lakukan pengujian dengan cara sebagai berikut :
Hubungkan radio anda dengan SWR meter, kabel coaxial yang telah dipotong tersebut dan ujungnya pasang dummy load. Setelah semuanya terpasang hidupkan radio dan transmitkan (gunakan watt kecil), lihat jarum SWR menunjukkan pada angka berapa (terbaik adalah 1:1) dan perhatikan juga berapa power reflektor (semakin kecil semakin baik). Apabila jarum pada SWR menunjukkan angka lebih dari 1:1 lakukan pemotongan kabel sedikit demi sedikit (disarankan per 1 inchi), setelah dipotong lihat kembali SWR apakah angka SWR nya naik atau turun, kalau turun lakukan pemotongan lagi sampai jarum SWR menunjuk pada angka 1:1 atau lebih kecil. Jangan paksakan pemotongan sampai jarum menunjukkan angka 1:0 karena apabila anda kelebihan memotongnya melampaui titik matching maka SWR akan naik kembali dan anda harus mengulang proses pemotongan sampai ditemukan SWR terkecil tersebut. Apabila pada proses pemotongan pertama tadi , SWR nya naik maka anda harus memotong kabel tersebut sampai ketemu titik matchingnya. Kabel yang baik (belum kena sambaran petir misalnya) biasa dikelipatan sekian MHz akan ketemu titik matchingnya.

Setelah kabel anda matching pada frekwensi dimana anda bekerja baru lakukan penge-tune-an antenna.

Rumus Mas Eko (Eko Queen Eko) :
Dari hasil ngobrol dengan Mas Eko via telepon, beliau menggunakan rumus untuk mengukur panjang kabel yang dibutuhkan untuk suatu antenna adalah dengan mengetahui terlebih dahulu panjang gelombang antenna,  panjang gelombang antenna tersebut yang menentukan panjang kabel, misalnya antenna 5/8 lambda maka kabel juga harus 5/8 lambda dengan panjang nantinya kelipatan dari 5/8 lambda. Tentukan terlebih dahulu :
  1. Berapa panjang gelpmbang antenna, misalnya 5/8 lambda.
  2. Jenis kabel coaxial yang digunakan, misalnya Belden RG-8 9913.
  3. Berapa Velocity Factor kabel, 84% untuk Belden RG-8 9913.
  4. Berapa frekwensi yang akan dipergunakan, misalnya 144.000 MHz.

Cara menghitungnya :
  • 300 (1 lambda) x 5/8 lambda = 187,5
  • 187,5 dibagi 144.000 (frekwensi yg dipakai) = 1,302
  • 1,302 x 84% = 1,09375 meter
  • Kalau anda memiliki kabel sepanjang 25 meter, berapa kali kelipatan 5/8 lambda yg dibutuhkan untuk mencapai panjang 25 meter, 25 meter dibagi 1,0975 = 22,78 dibulatkan 22 kali.
  • 22 x 1,09375 = 24,0625 meter.
  • Potong kabel yang 25 meter menjadi 24,0625 meter.
  • Tune antenna anda untuk mendapatkan SWR terendah di frek. 144.000 MHz.
  • Silahkan dicoba.

TABEL KARAKTERISTIK KABEL
Sumber ARRL Hand Book 2007 Edisi 21
Menghitung kerugian :
  • Daya pancar 100 watt.
  • Frekwensi 144 MHz
  • Jenis kabel koaksial Belden RG-8 9913 panjang 24 m. (Matched loss 1,3 dB/100 ft pada 100 MHz)
  • Antena diamond F23 (7,8 dB)
Hasil :
  • Kerugian pada kabel ?


Semoga bermanfaat.

Selasa, 09 Oktober 2012

FINAL SC1091 - SAV17 (DIJUAL)

APAKAH ADA PERBEDAAN ANTARA SAV-17 DENGAN SC1091?

BEREDARNYA FINAL SC-1091 YANG SANGAT BANYAK SAAT INI MENIMBULKAN KERAGUAN BAGI PEMBELI. KEBETULAN SAYA MEMILIKI DUS DAN BARANG TERSEBUT, FOTO DIBAWAH INI MUDAH-MUDAHAN DAPAT MEMEBERIKAN REFERENSI BAGI ANDA :



 

CALL/SMS : 081278920033 (BARANG SUDAH HABIS TERJUAL)

Minggu, 07 Oktober 2012

BLOK FM KENWOOD TS-430S (DIJUAL)

Ada yang membutuhkan blok FM Kenwood TS-430S

Telp/SMS : 081278920033

EXTENDED SSB (ESSB) HI FI AUDIO BY NU9N

COURTESY NU9N
X = audio isolation transformer.

NU9N menyarankan untuk mendapatkan kualitas audio yang baik pada setiap output dari perangkat audio dipasang isolation transformer (trafo IT) yang berguna untuk meminimalkan distorsi dan mengurangi kebisingan (noise). 
Untuk trafo IT ini anda dapat menggunakan trafo IT 1:1 600 ohm yang banyak dijual dipasaran (biasanya  digunakan untuk modem dan telepon). Skema diatas menggunakan rig Kenwood TS-850 input audio/mic melalui konektor ACC2.

Disamping memasang trafo IT pada setiap output peralatan audio, NU9N menyarankan solusi terbaik menggunakan i-Box " W2IHY yang diciptakan oleh Julius Jones khusus untuk aplikasi ini. IBOX digunakan dibagian akhir out put susunan audio anda sebelum masuk ke input mic. IBOX memiliki fungsi antara lain :
  1. Mengkonversi line-level untuk line mic rig.
  2. Mengkonversi impedansi tinggi ke rendah atau sebaliknya.
  3. Mengisolasi tegangan AC dan RF ground loop dan mengurangi RFI.
  4. Penyesuaian antara -1dB s.d -40dB.
http://www.w2ihy.com/ibox.html
Saya penasaran dengan cara kerja iBOX ini, melalui manual iBOX ini saya mendapatkan skema rangkaiannya di manual iBOX

Saya tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai radio transceiver (saya bukan teknisi), kebetulan saya memiliki mixer phoneix, pre amp behringer mic2200 saya coba colok ke konektor mic ICOM IC-746PRO, apa yang terjadi " Suaranya hancuuuuur ", mau saya colok lewat belakang konektor ACC-nya gak punya. Setelah browsing di internet saya mendapatkan skema iBOX W2IHY, dengan sedikit modifikasi (RFC-nya gak saya pake, karena gak ada, lihat skema diatas) dan kebetulan saya banyak memiliki trafo IT modem yang saya pergunakan untuk membuat interface gateway, saya coba rakit sendiri dan saya pasang di output mixer ke konektor mic ICOM 746PRO suaranya gak lagi hancur dan enak didengar. Sedangkan pada setting TX audio di ICOM 746PRO, setelan Bass dan trebel saya 0 kan. Untuk setting band widht Narrow, Mid atau Wide pilih mana yang lebih enak.

Info lengkap untuk iBOX, equalizer dan lain-lain klik http://www.w2ihy.com

Info lebih lengkap untuk setting audio transmitter klik http://www.nu9n.com/tx.html#Audio_Cables

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Sabtu, 22 September 2012

MENURUNKAN FREKWENSI ANTENA DIAMOND F23H

Antena Diamond F23 dan F23H termasuk antena yang paling banyak dipergunakan oleh teman-teman pengguna radio komunikasi karena Db nya lumayan besar (7,8 db) dan ringan. Berbeda dengan antena Hustler G7, Hy Gain V2R yang lebih mudah untuk menurunkan frekwensi kerjanya, antenna diamond termasuk antena yang sulit untuk menurunkan frekwensi kerjanya (untuned). Postingan sebelumnya mengenai bagaimana cara memodifikasi frekwensi antena diamond F23 yang aslinya di frekwensi 144.00 MHz s.d 175.00 MHz mendapat respon dari teman-teman via telepon. Karena banyaknya pertanyaan mengenai cara menurunkan frekwensi antena tersebut saya mencoba untuk sharing pengalaman saya dalam menurunkan frekwensi antena tersebut dari standard pabriknya dan mudah-mudahan bermanfaat (maaf saya bukan teknisi radio komunikasi ataupun pakar antena).

Perhatikan manual dibawah ini :
F23H CUTTING CHART
Kalau anda perhatikan cutting chart antena diamond F23H diatas terlihat minimum frekwensi berada di 144 MHZ, ukuran panjang masing-masing elemen yang berwarna merah adalah untuk di frek. 143.500 MHz hasil modifikasi (elemen atas harus disambung).


Langkah-langkah untuk menurunkan frekwensi dibawah 144 MHz (saya menggunakan MFJ-258B SWR Analyzer) :
  • Pertama tune kabel pada frekwensi yang dikehendaki.
  • Lakukan perubahan pada loading coil dengan merubah jarak antar lilitan menjadi 2,5 mm (lihat gambar dibawah) 
IMPEDANCE MATCHING SECTION (LOADING COIL) ORIGINAL
(jarak antara lilitan adalah sama)

SETELAH JARAK ANTARA LILITAN DIRUBAH
(jarak antar lilitan menjadi 2,5 mm)

  • Phase Induktor (coil bagian tengah dan atas) tidak perlu dirubah.
  • Setelah jarak antara lilitan dirubah, kita harus melakukan penyesuain panjang elemen bawah, tengah dan atas (lihat tabel dibawah ini)
  • Untuk elemen bagian bawah dan tengah tidak perlu disambung karena elelemen asli panjangnya cukup untuk melakukan penyesuaian, sedangkan elemen bagian atas terpaksa harus disambung. saya menggunakan sambungan kabel listrik untuk menyambung bagian atas (tidak dilas) dan disolder untuk memperkuat sambungan tersebut.

Dalam melakukan percobaan ini saya menggunakan antena F23H yang masih baru dan masih standard pabrik serta dibantu dengan SWR analyzer untuk mempermudah proses pentunean antena. Anda juga dapat melakukan modifikasi ini dengan menggunakan SWR biasa yang diyakini memang valid.
Selamat mencoba...... semoga berhasil


Ada beberapa pertanyaan via sms dan telepon terkait bahwa artikel ini dimuat dibeberapa blog, mengenai ini saya katakan memang ada yang mengcopy paste artikel ini dan saya tidak keberatan karena ini adalah sharing pengetahuan, malah saya berterima kasih kalau ada yang mempublikasikannya selain di blog saya, misalnya seperti yang saya temukan di : http://rapi-kayuagung-sumsel.blogspot.com, http://rapilokal4bekasi.blogspot.com/2011/05/menurunkan-frekwensi-antena-diamond.html

Rabu, 19 September 2012