BANK SUMSEL BABEL MITRA ANDA MEMBANGUN DAERAH

Rabu, 14 Maret 2012

APRS TRACKING MENGGUNAKAN SAMSUNG GALAXY TAB/NOTE/S-II/YOUNG (OS ANDROID) (4)

SETTING UI-VIEW32
  • Setelah anda mendapatkan no. registrasi dan kode server, jalankan aplikasi UI-VIEW, isi Call Sign, nama dan no. regisrasi (ingat call sign dan nama harus sama dengan pada waktu anda melakukan registrasi).
  •  Kemudian klik setup pada menu UI-View

  • Klik  stasiun setup, akan muncul jendela seperti gambar dibawah ini
  • Isi Call Sign, Latitude, longitude, beacon comment (Isi saja dengan nama dan alamat anda), lain-lain samakan saja dengan yang tertera didalam gambar diatas.
  • Cara memperoleh Latitude dan longitude yang paling mudah masuklah ke aprs.fi, setelah peta keluar cari posisi rumah anda dengan menggeser kursos dilayar komputer anda. Setelah mendapatkan posisi rumah anda letakkan kurosr diatas rumah anda, maka akan muncul dipojok kiri atas Latitude dan longitude anda, catat dan isikan pada kolom latitude dan longitude di stasiun setup.

  • Kemudian klik APRS server setup dibawah stasiun setup.

  • Kemudian isi alamat server, dengan cara tekan secara bersamaan Ctrl Alt Insert pada keyboard komputer anda, akan muncul baris kosong diatas server yang sudah ada, ketik euro.aprs2.net:14580. tekan kembali Ctrl Alt Ins masukkan server kedua jakarta.aprs2.net:14580. Setleah selesai mengetik alamat server centang kotak kecil disamping alamat server. Isi validation number dengan nomor kode server yang anda peroleh setelah registrasi. Lain-lain biarkan sama dengan yang terdapat digambar, ekstra log on text biarkan saja seperti yang tertera pada waktu anda mengklik APRS server setup.

  • Setelah selesai proses setup anda harus melakukan koneksi ke server, tanpa melakukan koneksi posisi anda tidak akan terbaca oleh server aprs.

Demikian, semoga bermanfaat.

Perlu diingat aplikasi UI-VIEW ini dapat dipergunakan di PC dan Laptop, tanpa anda harus memiliki HP/Tab/Note yang berbasis OS Android.

Jumat, 09 Maret 2012

KABEL SERIAL ADAPTER USB RS232 ATEN (DIJUAL)

ATEN USB TO SERIAL (RS232) CONVERTER
(UNTUK INTERFACE GATEWAY LINK YANG MENGGUNAKAN LAPTOP)



Features
Support the RS232 Serial interface.
Full compliance with the USB Specification.
Up to 230Kbps data transfer rate.
Works with cellular phones, PDAs, digital cameras, modems or ISDN terminal adapter.
OS Compatibility: WIN98, WIN ME, WIN 2K, WIN 2003, WIN XP, Windows Vista, Win7, LINUX and Mac OS 8.6/9/10.

Package Content

1x USB-to-Serial Converter
1x Driver Disk
1x User Manual

Harga : Rp. 175.000,- + ongkos kirim

Sabtu, 11 Februari 2012

LED RUNNING TEKS PORTABLE



LED RUNNING TEKS UNTUK CALL SIGN
  • HANYA 1 WARNA MERAH
  • REMOTE CONTROLE
  • ADAPTOR DC 12 VOLT
  • DAPAT DILETAKKAN DI DASHBOARD DEPAN/BELAKANG MOBIL ANDA
  • MEMORY 9, MAKSIMUM KARAKTER 470
  • BUILT IN LIBRARY (98)
HARGA Rp. 500.000,- + ONGKIR

Kamis, 01 Desember 2011

HANDPHONE GATEWAY (PHONE GATEWAY)

Teknologi telepon nirkabel yang saat ini banyak dipergunakan baik yang berbasis GSM maupun CDMA dapat dipergunakan sebagai perangkat untuk berhubungan dengan stasiun yang berbasis phone gateway dan tentu saja stasiun yang berbasis phone gateway tersebut terhubung dengan server e1025RAPI.
Pertama kali dipergunakan dan dikembangkan oleh teman-teman RAPI Bekasi, pada saat itu kita wajib registrasi terlebih dahulu. 
Saat ini salah satu STASIUN PHONE GATEWAY yang bekerja di e1025RAPI dikelola oleh Bang Iwan JZ09GOA. Phone Gateway milik bang Iwan ini berbasis CDMA dan tidak perlu registrasi tinggal pencet no. telp. di HP anda baik GSM maupun CDMA, dipilih karena pulsanya murah.....mantafffffffff.
Penasaran gimana cara kerjanya silahkan telp. ke Bang Iwan 08170873907 siapa tau beliau mau kasih resepnya dan phone gateway ini masih dalam tahap pengembangan untuk hasil yang maksimal.
Ingat kalau anda berkomunikasi melalui HP anda apakah itu berbasis CDMA ataupun GSM, anda tetap mempergunakan pulsa.... gak gratis lho.....

Ingin mencoba ? tekan : 021 4451 8488 tekan dial (logo telepon di HP anda), akan terdengar teman-teman yang sedang ber 10-25 di room Indonesia e1025RAPI. Apabila anda ingin berbicara (tunggu spasi ya biar gak tabrakan dengan pengguna GW PC Client atau Link) tekan ** kemudian berbicaralah, untuk mengakhiri pembicaraan tekan ##.

Selamat mencoba......

Senin, 24 Oktober 2011

WATT METER BIRD 4322

THRULINE WATT METER BIRD 4322

Secara tak sengaja saya menemukan ditempat penjual barang bekas watt meter yang khusus dipergunakan untuk rack mounted, setelah dibersihkan barang ini jadi bernilai dan tentunya menjadi barang koleksi saya. Mudah2an ada juga teman yang punya watt meter seperti ini :



  1. Element forward dan reflector terpisah.
  2. Saklar forward dan reflector.
  3. Watt meter.
  4. Power dari 100 mW s.d 10 KW
  5. Frek. 0,45 - 2700 MHz

Bird 4520 Series Thruline Wattmeters Info
  • Impedance : Nominal 50 ohm
  • VSWR, Max.1.05:1
  • Connectors : Primary Line Bird “QC” (N Female normally supplied)
  • RF Sampling (on applicable models) : Female BNC
  • Power and Frequency Range (element dependent) :
        43,43P,4521/22/26 100 mW – 10 kW 0.45 – 2700 MHz
        4305 25 kW max, 0.45 – 2.5 MHz 10 kW max, 2 – 30 MHz
        4431* 5000 W max, 2 – 30 MHz 1000 W max, 30 – 1000 MHz
        4527 1000 W max, 2 – 200 MHz 500 W max, 200 – 512 MHz
  • RF Coupling :
        4527 (approximate) –53 dB, 512 – 10 MHz –70 dB, 10 – 2 MHz
        4431 (adjustable) 15 – 70 dB
  • Insertion Loss (4431 only)*
        2 – 512 MHz 0.1 dB max
        512 – 1000 MHz 0.1 dB max
  • Accuracy : CW (all models) ± 5% of full scale
  • Peak Power (43P only)  : ± 8% of full scale
  • Power Requirement (43P only) : Two 9V alkaline batteries
  • Dimensions, Nominal :
        43, 43P 3-5/8”L x 4”W x 6-7/8”H (92 x 102 x 175 mm)
        4305A 4-1/4”L x 3-7/8”W x 6-7/8”H (108 x 99 x 175 mm)
        4431 3-7/8”L x 4”W x 6-7/8”H (99 x 102 x 175 mm)
        4521/22/26/27 19”W x 5-1/4”H x 1-3/4”D (483 x 134 x 45 mm)
  • Approximate Weight with N-Connectors :
        4521/22/26/27 3 lb. (1.36 kg)
        43, 43P, 4431 4 lb. (1.8 kg)
        4305A 3.43 lb. (1.6 kg)
  • Finish : Grey Powder Coat

Senin, 10 Oktober 2011

MERAKIT REPEATER/RPU

MEMBANGUN SENDIRI REPEATER/RPU

Setelah sedikit bosan bermain di RF Gateway, saya mencoba merakit radio pancar ulang (repeater) sendiri untuk memenuhi hobby dan memanfaatkan waktu libur kerja di hari sabtu dan minggu. Saya menginginkan perangkat repeater yang dengan mudah dipindah tempatnya untuk memenuhi kegiatan-kegiatan/event tertentu.
Setelah memikirkan bentuk yang saya inginkan akhirnya saya membeli :
  1. Box amplifier.
  2. Modul Repeater Control BJ65CD-V7T.
  3. 2 unit motorola GM-338 VHF bekas.
  4. Power Supply AEC 30 Ampere baru.
Pilihan saya jatuh pada transciever GM-338 karena radio ini memang tangguh dan banyak dipergunakan untuk perusahaan. Sedangkan untuk casing sengaja saya pilih box untuk amplifier karena bagian belakang lumayan lengkap lubang-lubang konektornya dan ada lobang untuk kipas pendingin yang lumayan besar ukurannya.
Proses pertama adalah dengan mempersiapkan box yang akan menjadi casing repeater, saya menginginkan bagian depan transciever tetap terlihat, untuk itu saya harus melubangi bagian depan box (pekerjaan ini sedikit sulit karena bentuk GM-338 yang oval. 
Untuk mendapatkan lobang yang sesuai kita harus membuat patron dengan cara melepaskan bagian muka GM-338 kemudian bagian muka tersebut dipergunakan untuk membuat patron di box amplifier. Setelah dipatron baru kemudian membuat lubang tersebut.
Langkah kedua, setelah GM-338 bisa masuk dilubang tersebut buat dudukan untuk rig tersebut. Coba anda lihat di gambar diatas bahwa ruang yang ada cukup besar untuk mendapatkan hembusan udara dari kipas pendingin.


Langkah ketiga, ruang yang tersisa saya pergunakan untuk menempatkan sebuah power supply 30 amper dibelakang bagian casing. Untuk menempatkan sebuah power supply 30 amper saya harus membongkar habis power supply dan menyusun ulang penempatan trafo, rangkaian dan level meter untuk voltase dan ampere.

Power Supply terpasang
Langkah keempat, untuk tampilan lebih bagus saya mengecat ulang cover depan casing. Juga sudah disiapkan tempat led TX/RX dan led modul kontrol repeater. Untuk mempermuda melihat tegangan power supply level meter tegangan dan amper saya taruh didepan. Keren euy......



Langkah kelima, adalah pemasangan modul kontrol repeater, pemasangan level meter voltase dan ampere.






Tampak depan setelah jadi


Bagian belakang .....................
SELURUH BAGIAN TELAH TERPASANG

BLOK POWER SUPLAI
BAGIAN BELAKANG

RPU DI UJI COBA......... SIP HASILNYA...


Mudah-mudahan bermanfaat.................... Tks.

Senin, 03 Oktober 2011

Kamis, 22 September 2011

MENURUNKAN FREKWENSI ANTENA DIAMOND F23H

Antena Diamond F23 dan F23H termasuk antena yang paling banyak dipergunakan oleh teman-teman pengguna radio komunikasi karena Db nya lumayan besar (7,8 db) dan ringan. Berbeda dengan antena Hustler G7, Hy Gain V2R yang lebih mudah untuk menurunkan frekwensi kerjanya, antenna diamond termasuk antena yang sulit untuk menurunkan frekwensi kerjanya (untuned). Postingan sebelumnya mengenai bagaimana cara memodifikasi frekwensi antena diamond F23 yang aslinya di frekwensi 144.00 MHz s.d 175.00 MHz mendapat respon dari teman-teman via telepon. Karena banyaknya pertanyaan mengenai cara menurunkan frekwensi antena tersebut saya mencoba untuk sharing pengalaman saya dalam menurunkan frekwensi antena tersebut dari standard pabriknya dan mudah-mudahan bermanfaat (maaf saya bukan teknisi radio komunikasi ataupun pakar antena).


Perhatikan manual dibawah ini :

F23H CUTTING CHART
Kalau anda perhatikan cutting chart antena diamond F23H diatas terlihat minimum frekwensi berada di 144 MHZ, ukuran panjang masing-masing elemen yang berwarna merah adalah untuk di frek. 143.500 MHz hasil modifikasi (elemen atas harus disambung).


Langkah-langkah untuk menurunkan frekwensi dibawah 144 MHz (saya menggunakan MFJ-258B SWR Analyzer) :
  • Pertama tune kabel pada frekwensi yang dikehendaki.
  • Lakukan perubahan pada loading coil dengan merubah jarak antar lilitan menjadi 2,5 mm (lihat gambar dibawah) 
IMPEDANCE MATCHING SECTION (LOADING COIL) ORIGINAL
(jarak antara lilitan adalah sama)

SETELAH JARAK ANTARA LILITAN DIRUBAH
(jarak antar lilitan menjadi 2,5 mm)

  • Phase Induktor (coil bagian tengah dan atas) tidak perlu dirubah.
  • Setelah jarak antara lilitan dirubah, kita harus melakukan penyesuain panjang elemen bawah, tengah dan atas (lihat tabel dibawah ini)
  • Untuk elemen bagian bawah dan tengah tidak perlu disambung karena elelemen asli panjangnya cukup untuk melakukan penyesuaian, sedangkan elemen bagian atas terpaksa harus disambung. saya menggunakan sambungan kabel listrik untuk menyambung bagian atas (tidak dilas) dan disolder untuk memperkuat sambungan tersebut.


Dalam melakukan percobaan ini saya menggunakan antena F23H yang masih baru dan masih standard pabrik serta dibantu dengan SWR analyzer untuk mempermudah proses pentunean antena. Anda juga dapat melakukan modifikasi ini dengan menggunakan SWR biasa yang diyakini memang valid.
Selamat mencoba...... semoga berhasil

Ada beberapa pertanyaan terkait bahwa artikel ini dimuat dibeberapa blog, mengenai ini saya katakan memang ada yang mengcopy paste artikel ini dan saya tidak keberatan karena ini adalah sharing pengetahuan, malah saya berterima kasih kalau ada yang mempublikasikannya selain di blog saya, misalnya seperti yang ditemukan di : http://rapi-kayuagung-sumsel.blogspot.com