BANK SUMSEL BABEL MITRA ANDA MEMBANGUN DAERAH

Jumat, 16 Agustus 2013

TIP DAN TRIK MENGHADAPI MASA PENSIUN (2)

Beberapa langkah yang disarankan dan dapat ditempuh dalam menyiasati sindrom pasca pensiun :
  1. Pembekalan diri secara fisik, mental dan spiritual, serta yakinkan dalam diri sendiri, bahwa kelak bilamana masa pensiun itu tiba "saya telah siap dan harus siap".
  2. Persiapkan diri sejak dini, apa yang harus dan akan saya lakukan setelah memasuki masa pensiun (Plan),
  3. Apa yang hendak saya kerjakan sekarang sebagai bahan persiapan, melanjutkan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi lagi, ataukah mengumpulkan modal kerja (Do), kemudian
  4. Lakukan inventarisasi aset, sekarang apa yang sudah saya miliki sebagai langkah awal (Check),
  5. Lakukan tindakan nyata sebagaimana tertuang dalam rencana dan aset yang dimiliki, lalu lakukan verifikasi dan evaluasi ulang (Action).
Persiapkan diri secara phisik, mental dan spiritual :
Yang harus anda tanamkan dalam diri anda jauh jauh hari adalah bahwa segala sesuatu pasti akan ada akhirnya, sebagai pegawai anda pasti akan pensiun (hanya menunggu waktu). Segala fasilitas dan penghasilan pada waktu anda bekerja tidak akan sama dengan pada waktu anda pensiun, semua kenikmatan yang anda peroleh pada waktu anda masih bekerja pasti tidak akan sama pada waktu anda pensiun. Anda yang jarang bersosialisi dengan lingkungan tempat tinggal anda karena kesibukan, mulailah bersosialisasi, hal ini akan mendukung mental anda pada waktu pensiun, sering-seringlah ke mesjid untuk membangun kekuatan spritual dalam diri anda.

Persiapkan diri sejak dini, apa yang harus dan akan saya lakukan setelah memasuki masa pensiun (Plan).
Tidak ukuran yang pasti kapan anda harus mulai mempersiapkan diri (pada umur berapa tahun) dan  apa yang harus anda lakukan dimasa pensiun. Menurut saya, seorang pegawai sudah harus mempersiapkan segala sesuatunya apabila KEBUTUHAN POKOK TELAH TERPENUHI. Apa yang menjadi kebutuhan pokok akan berbeda pada setiap orang, namun secara umum kebutuhan pokok seorang pegawai yang sudah berumah tangga adalah RUMAH dan KENDARAAN.
Apabila anda telah memiliki rumah dan kendaraan, mulailah anda menyisihkan sebagian penghasilan anda ke dalam TABUNGAN, hindarilah pola hidup konsumtif. Kalau sudah punya rumah, cukuplah dengan rumah yang sederhana tidak perlu yang mewah (silahkan datang dan lihat rumah saya). Kalau sudah memiliki kendaraan, jangan gonta ganti kendaraan kecuali memang terpaksa harus diganti (kendaraan yang saya pakai sudah berumur 8 tahun).
KEBUTUHAN POKOK

Menyisihkan sebagian penghasilan ke tabungan memang pekerjaan yang berat, perlu kesepakatan dan komitmen suami istri dalam menjalankan ini, lagi-lagi pola hidup konsumtif akan mempengaruhi pemupukan tabungan. Bagi anda yang bekerja di perusahaan yang mengenal reward, bonus, jasa produksi dan THR yang lebih dari 1 bulan, berarti penghasilan anda dalam 1 tahun bukanlah 12 bulan, bisa 18, 24 bulan atau lebih. 
Coba anda hitung berapa bulan anda dalam setahun menerima penghasilan? kalau 18 bulan berarti anda bisa menyisihkan 6 bulan dalam setahun dari penghasilan anda, kalau penghasilan anda Rp. 10.000.000,-/bln berarti anda memiliki tabungan Rp. 60.000.000,- dalam setahun, kalau anda bisa membentuk tabungan selama 10 tahun anda akan memiliki tabungan Rp. 600.000.000,-. 
Sederhana bukan cara berhitungnya?


Mulailah dari sekarang, tidak ada kata terlambat dari pada tidak sama sekali!.

Bersambung ......