BANK SUMSEL BABEL MITRA ANDA MEMBANGUN DAERAH

-

-
Tampilkan postingan dengan label TIP & TRIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIP & TRIK. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Desember 2016

TIP DAN TRIK MENGHADAPI MASA PENSIUN (1)

PENGANTAR :
Artikel ini bukanlah bermaksud menggurui namun hanya sekedar berbagi pengalaman penulis bagaimana menyingkapi dan mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun. Anda kalau sedikit rajin berselancar di internet anda akan menemukan komunitas alumni perguruan paling ternama di indonesia yang dibentuk oleh alumninya untuk membantu para alumni tersebut mempersiapkan diri menghadapi dan mejalani masa pensiun tanpa terkena syndrom pasca pensiun. Beberapa perusahaan besar malah memberikan pelatihan khusus untuk menghadapi masa pensiun, dengan harapan mantan karyawannnya masih tetap produktif dimasa pensiun dan tidak menjadi Ki Mantab (makan tabungan) kemudian menjadi Ki Tarkit (bentar bentar sakit).
Artikel ini ditujukan kepada orang-orang yang bekerja sebagai pegawai pada instansi pemerintah, BUMN/BUMD, angkatan bersenjata, kepolisian dan pegawai swasta lainnya yang tidak memiliki keahlian khusus yang bisa dimanfaatkan di masa pensiun.
Pembekalan oleh perusahaan untuk karyawan yang akan MPP
Penulis sendiri bekerja pada salah satu BUMD yang kurang lebih 4 tahun lagi akan MPP, jadi artikel ini murni pengalaman penulis dengan maksud memberikan pencerahan. Penulis sendiri berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi yang sudah terbiasa hidup pas pasan, pernah menjadi kuli angkut ditoko sembako, pernah menjadi kernet truk disaat libur sekolah/kuliah, sehari hari menjahit sekedar mendapatkan ongkos untuk berangkat sekolah/kuliah. Kondisi inilah yang menjadi bekal dalam melakoni perkerjaan dan kehidupan.

Ada 2 pilihan pada saat menjalani masa pensiun :
1. Istirahat total tanpa aktivitas yang menghasilkan (uang).
2. Tetap memiliki aktivitas yang menghasilkan (uang).

Sebelum anda pensiun anda harus menentukan sikap apakah anda anda akan beristirahat total ataukah masih ingin memiliki aktivitas yang menghasilkan uang. Penentuan sikap ini harus anda ambil jauh hari sebelum anda pensiun, kalau tidak, anda akan gamang, tidak tau apa yang harus dilakukan pada waktu menjalani masa pensiun, anda akan terjebak dalam kondisi yang tidak baik yang akan mempengaruhi kejiwaan dan kesehatan anda.

SYNDROM PASCA PENSIUN :
Syndrom pasca pensiun adalah merupakan gejala atau tanda-tanda yang memperlihatkan kondisi seseorang mengalami ketidaksiapan mental dalam menghadapi kenyataan yang tengah, dan bakal ia hadapi. Pada umumnya, situasi dan kondisi tersebut terjadi atau menimpa orang-orang yang sebelumnya masih aktif dalam satu institusi sipil maupun militer, dengan segala bentuk fasilitas dan kemampanannya. Kemudian, secara tiba-tiba saja dan seolah-olah "dipaksakan", ia harus "rela" melepaskan kemapanan yang selama ini senantiasa melekat dan menjadi kebanggaan pada dirinya.
Sindrom ini tidak hanya berlaku pada mereka yang berpangkat tinggi saja, terhadap orang-orang yang berpangkat, atau golongan, atau jabatan yang paling rendahpun sekalipun dapat terjadi hal demikian, terlebih lagi mengingat pada jabatan dan posisinya yang disandang sebelumnya. Hal ini, menurut Hery Santoso, -seorang penulis, peneliti dan psikoterapis - secara empiris menyebutkan bahwa semakin tinggi dan "enak" pangkat maupun jabatan yang di sandangnya akan memberikan kontribusi besar dalam menjadikan orang tersebut terjebak dalam sindrom ini.
Mereka yang tidak siap pada kondisi ini akan mengalami tanda-tanda emosional, yang bilamana tidak dapat terkendalikan bisa menggiringnya ke arah fobia --> depresi --> stress --> manusia gagal.
Maukah anda terjebak dalam kondisi ini ? katakan TIDAK.

Bersambung ...

Sumber : Wikipedia

Jumat, 16 Agustus 2013

TIP DAN TRIK MENGHADAPI MASA PENSIUN (2)

Beberapa langkah yang disarankan dan dapat ditempuh dalam menyiasati sindrom pasca pensiun :
  1. Pembekalan diri secara fisik, mental dan spiritual, serta yakinkan dalam diri sendiri, bahwa kelak bilamana masa pensiun itu tiba "saya telah siap dan harus siap".
  2. Persiapkan diri sejak dini, apa yang harus dan akan saya lakukan setelah memasuki masa pensiun (Plan),
  3. Apa yang hendak saya kerjakan sekarang sebagai bahan persiapan, melanjutkan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi lagi, ataukah mengumpulkan modal kerja (Do), kemudian
  4. Lakukan inventarisasi aset, sekarang apa yang sudah saya miliki sebagai langkah awal (Check),
  5. Lakukan tindakan nyata sebagaimana tertuang dalam rencana dan aset yang dimiliki, lalu lakukan verifikasi dan evaluasi ulang (Action).
Persiapkan diri secara phisik, mental dan spiritual :
Yang harus anda tanamkan dalam diri anda jauh jauh hari adalah bahwa segala sesuatu pasti akan ada akhirnya, sebagai pegawai anda pasti akan pensiun (hanya menunggu waktu). Segala fasilitas dan penghasilan pada waktu anda bekerja tidak akan sama dengan pada waktu anda pensiun, semua kenikmatan yang anda peroleh pada waktu anda masih bekerja pasti tidak akan sama pada waktu anda pensiun. Anda yang jarang bersosialisi dengan lingkungan tempat tinggal anda karena kesibukan, mulailah bersosialisasi, hal ini akan mendukung mental anda pada waktu pensiun, sering-seringlah ke mesjid untuk membangun kekuatan spritual dalam diri anda.

Persiapkan diri sejak dini, apa yang harus dan akan saya lakukan setelah memasuki masa pensiun (Plan).
Tidak ukuran yang pasti kapan anda harus mulai mempersiapkan diri (pada umur berapa tahun) dan  apa yang harus anda lakukan dimasa pensiun. Menurut saya, seorang pegawai sudah harus mempersiapkan segala sesuatunya apabila KEBUTUHAN POKOK TELAH TERPENUHI. Apa yang menjadi kebutuhan pokok akan berbeda pada setiap orang, namun secara umum kebutuhan pokok seorang pegawai yang sudah berumah tangga adalah RUMAH dan KENDARAAN.
Apabila anda telah memiliki rumah dan kendaraan, mulailah anda menyisihkan sebagian penghasilan anda ke dalam TABUNGAN, hindarilah pola hidup konsumtif. Kalau sudah punya rumah, cukuplah dengan rumah yang sederhana tidak perlu yang mewah (silahkan datang dan lihat rumah saya). Kalau sudah memiliki kendaraan, jangan gonta ganti kendaraan kecuali memang terpaksa harus diganti (kendaraan yang saya pakai sudah berumur 8 tahun).
KEBUTUHAN POKOK

Menyisihkan sebagian penghasilan ke tabungan memang pekerjaan yang berat, perlu kesepakatan dan komitmen suami istri dalam menjalankan ini, lagi-lagi pola hidup konsumtif akan mempengaruhi pemupukan tabungan. Bagi anda yang bekerja di perusahaan yang mengenal reward, bonus, jasa produksi dan THR yang lebih dari 1 bulan, berarti penghasilan anda dalam 1 tahun bukanlah 12 bulan, bisa 18, 24 bulan atau lebih. 
Coba anda hitung berapa bulan anda dalam setahun menerima penghasilan? kalau 18 bulan berarti anda bisa menyisihkan 6 bulan dalam setahun dari penghasilan anda, kalau penghasilan anda Rp. 10.000.000,-/bln berarti anda memiliki tabungan Rp. 60.000.000,- dalam setahun, kalau anda bisa membentuk tabungan selama 10 tahun anda akan memiliki tabungan Rp. 600.000.000,-. 
Sederhana bukan cara berhitungnya?


Mulailah dari sekarang, tidak ada kata terlambat dari pada tidak sama sekali!.

Bersambung ......