BANK SUMSEL BABEL MITRA ANDA MEMBANGUN DAERAH

Kamis, 28 Maret 2013

MAXTON RPC-M5X (RIBLESS PROGRAM CABEL 5 IN 1)

MAXTON RPC-M5X (RIBLESS PROGRAM CABEL 5 IN 1)

Kabel radio program untuk rig/ht motorola sangat berguna bagi teknisi yang akan memprogram rig/ht motorola dan teman2 hobbies yang senang manambah pengetahuan bagaimana cara memprogram rig/ht motorola.
Setelah saya coba kabel ini ternyata berfungsi dengan baik sehingga saya tidak tergantung lagi dengan teman yang bisa memprogram, karena saya menggunakan RPU dengan rig motorla GM338. Harganya juga terjangkau dibandingkan dengan RPC branded. RPC ini adalah jenis RIBless (tidak menggunakan radio interface box).
Motorola 5 in 1 multi functional programming cable RPC-M5X, Features :
  • Radio Interface Box (RIB) is not needed.
  • 5 in 1 multi function performance.
  • Power and data indication Led.
  • Dapat dipergunakan untuk : GP280,GP300,GP88,GP600,GTX portable,GTX privacy plus portable,LTS2000,PTX600,P110, GM300,GM338,GM3188,GM340,GM339, GMCBPRO,MCX760,GP88S,GP2000, GP3688,CBPRO,Walkatalka ,CP040 PR400, CT250, CT450,PRO3150 , CP100, CP140, CP160, CP200, CP150, CT150, CP-180, ,GP2100, P040,P080T450LS,GP328,GP338, HT1250,HT750,GP329,GP339,GP320, XTS960,PTX760,GP328PLUS, GP338PLUS, GP344,GP388,EX500,EX600, EX600XLS
Pembeian kabel program ini mendapatkan juga 1 unit docking untuk memprogran HT

SOUNDCARD INTERFACE GATEWAY LINK MENGGGUNAKAN SLOT PCI KOMPUTER (DIJUAL)



Soundcard interface gateway link ini menggunakan slot PCI yang tidak dipergunakan di komputer dengan mengorbankan 1 unit soundcard baru. 
Kabel yg keluar dari lobang jack di eks. soundcard dipergunakan untuk menghubungkan kabel mic, speaker ke colokan mic dan speaker soundcard komputer. Kabel rs232 dihubungkan ke rs232 yang ada di komputer. Kabel untuk speaker dan mic radio disediakan cukup panjang.


Berminat/ingin pesan : Telp/sms 081278920033

Rabu, 20 Maret 2013

PANEL SURYA EFFISIEN UNTUK KEBUTUHAN LISTRIK DARURAT, TENAGA LISTRIK ALTERNATIF UNTUK DAERAH BELUM TERJANGKAU JARINGAN LISTRIK PLN

Dalam beberapa kondisi anda membutuhkan tenaga listrik pengganti pada saat pemadaman listrik yang disuplai oleh PLN, atau bahkan jaringan listrik PLN belum menjangkau daerah anda. Kalau anda ingin membangun PLTS untuk seluruh kebutuhan rumah tangga jelas biayanya mahal (baca artikel terdahulu). sekarang kita coba membangun PLTS yang sederhana dan effisien sehingga anda dapat mengukur berapa kemampuan kantong anda dan berapa watt suplai listrik yang memenuhi kebutuhan anda.

Illustrasi sebagai berikut :

- Harga (perkiraan) :
  • Harga panel surya per watt Rp. 30.000,-
  • Aki Maintenance Free 100 Ah Rp. 1.400.000,-
  • Aki Maintenance Free 75 Ah Rp. 1.100.000,-
  • Charge Controller 5 AMPER Rp. 250.000,-
  • Charge Controller 10 AMPER Rp. 275.000,-
  • Charge Controller 20 AMPER Rp. 325.000,-
  • Charge Controller 30 AMPER Rp. 1.000.000,-
  • Inverter DC to AC 100 watt (daya murni +/- 40%) Rp. 300.000,-
  • Inverter DC to AC 200 watt (daya murni +/- 40%) Rp. 350.000,-
  • Inverter DC to AC 300 watt (daya murni +/- 40%) Rp. 375.000,-
  • Inverter DC to AC 660 watt (daya murni +/- 40%) Rp. 450.000,-
  • Inverter DC to AC 700 watt (daya murni +/- 40%) Rp. 475.000,-
  • Inverter DC to AC 1200 watt (daya murni +/- 40%) Rp. 700.000,-
  • Kabel NYHA 4 mm Rp. 6.500,-/meter.


- Berapa jam beban listrik dapat disuplai oleh aki 100 Ah  dengan beban 100 watt :
  • 100 Ah x 12 volt = 1200 watt
  • 1200 watt/100 watt = 12 jam
  • Sebaiknya menggunakan aki 6 jam (50% dari kapasitas)


- Berapa jam lama pengisian aki 100 Ah menggunakan panel surya 100 watt :
  • Panel surya 100 watt memiliki kuat arus rata-rata 6.33A (lihat Isc dibelakang panel surya)
  • 100 Ah : 6,33 Amp. = 16 jam pengisian
  • Rata pengisian optimal 5 jam perhari pada puncak intensitas sinar matahari tinggi (jam 9.00 pagi s.d 14.00 siang), pengisian sudah mulai dari terbitnya matahari sampai terbenam namun tidak maksimum.

- Inverter yang diperlukan untuk beban 100 watt, pilih inverter dengan daya 300 watt (murninya 120 watt).


- Charge kontroler cukup 10 Ampere (ingat panel surya 100 watt Isc nya 6,3 Amp.).

TOTAL BIAYA YANG DIBUTUHKAN UNTUK BEBAN DAYA 100 WATT 6 JAM PENGGUNAAN :
  • Panel surya 100 watt = Rp. 3.000.000,- (asumsi per watt Rp. 30.000,-)
  • Baterai MF 100 Ah = Rp. 1.400.000,-
  • Charge kontroler 10 Ampere = Rp. 275.000,-
  • Inverter 300 watt = Rp. 375.000,-
  • Total biaya = Rp. 5.050.000,-  (belum termasuk ongkos kirim, kabel).

Trik hemat listrik :


  • Guna lampu LED 4 watt 220 volt (setara dengan lampu pijar 40 watt) harganya Rp. 60.000,-/bh. (sudah banyak dijual di toko peralatan listrik). Umur pakai s.d 60.000 jam.
  • Gunakan peralatan listrik yang hemat energi seperti TV LCD, harganya saat juga murah. TV LCD 22 inci harganya +/- Rp. 1.400.000,-
  • Nyalakan lampu dan peralatan lain seperlunya sehingga kapasitas aki yang terpakai hanya dibawah 50%.
Mudah-mudahan artikel ini dapat membantu anda untuk memilih panel surya yang tepat dengan kebutuhan anda.

MENGHITUNG BIAYA PEMASANGAN LISTRIK TENAGA SURYA UNTUK RUMAH TANGGA

CARA MENGHITUNG INSTALASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) UNTUK RUMAH TANGGA


Untuk membangun PLTS untuk kebutuhan rumah tangga :
  • Langkah pertama, hitung berapa watt daya yang dibutuhkan oleh masing-masing peralatan dirumah dan berapa jam dipergunakan per hari. Hasil dari perhitungan tersebut akan menghasilkan daya dalam satuan watt jam perhari.
  • Langkah kedua,hitung jumlah aki yang dibutuhkan sesuai dengan hasil perhitungan daya yang dipergunakan per hari.Langkah ketiga, hitung berapa watt panel surya yang diperlukan untuk pengisian sejumlah aki yang diperoleh dari hasil perhitungan jumlah aki.
  • Langkah keempat, hitung berapa amper kapasitas charge kontroler yang dibutuhkan.Langkah kelima, hitung berapa watt kapasitas inverter DC to AC yang diperlukan.
  • Langkah terakhir, hitung berapa biaya yang harus anda keluarkan.
HITUNG DAYA LISTRIK TERPAKAI PER HARI :
  • Lampu 10 bh x 10 watt x 12 jam : 1200 watt hour,
  • Televisi 1 bh x 100 watt x 8 jam :   600 watt hour,
  • Kulkas 1 bh x 125 watt x 24 jam : 1000 watt hour (1/3 dari total watt karena kompresor tidak selalu berputar)
  • Lain-lain 100 watt x 5 jam : 500 watt hour,Total pemakaian per hari : 3300 watt hour. 
HITUNG JUMLAH AKI YANG DIPERLUKAN :
  • Aki 12 volt 100 Amp Hour.
  • Kebutuhan aki harus juga mempertimbangkan hari-hari dimana sinar matahari tidak bisa keluar sempurna karena cuaca misalnya mendung selama 2 hari berturut-turut, dimana panel surya tidak dapat mengkonversi sinar matahari menjadi energi listrik selama 2 hari, untuk itu kebutuhan daya perhari harus dikalikan dengan 2. Disamping itu juga harus diperhitungkan faktor efesiensi aki dan pada saat pemakaian aki tidak boleh dipakai sampai semua daya habis.Sebaiknya menggunakan aki jenis MF (Maintenace Free).
  • Jumlah Aki yang dibutuhkan = (Total Daya : Voltase Aki : Ah Aki) = 3300 Watt hour : 12 volt : 100 Ah= 2,75 dibulatkan 3 bh aki 100 Ah 
  • Sebaiknya aki dipergunakan hanya 50% dari kapasitas, maka : Jumlah aki yang diperlukan = 2 x 12 Volt 100 Ah = 6 bh aki.
  • Apabila terjadi cuaca ekstrim (mendung/tidak ada sinar matahari) selama 3 hari berturut-turut, maka : Jumlah aki yang diperlukan   = 2 x 6 = 12 bh aki 100 Ah.
HITUNG JUMLAH PANEL SURYA YANG DIBUTUHKAN :
  • Panel surya 100 watt peak.Di Indonesia rata rata maksimum energi surya yang dapat diserap oleh panel surya dan dikonversi menjadi energi listrik rata-rata adalah 5 jam perhari (pkl. 9.00 s.d 14.00).
  • Jumlah kebutuhan panel surya : (3300 Watt Hour : 5 jam) : 100 Watt Peak = 6,6 (7) unit panel surya 100 Watt Peak (sebaiknya 8 unit 100 Wp).
HITUNG BESARNYA AMPERE CHARGE CONTROL YANG DIBUTUHKAN :
Ukuran (atau rating) untuk alat pengontrol arus masuk dan keluar dari aki ditentukan dalam satuan Ampere.Untuk menghitung kebutuhan charge controller, maka kita harus mengetahui dulu karakteristik dan spesifikasi dari panel surya, biasanya pada bagian belakang panel surya terdapat spesifikasi teknis, misalnya : 
  • Maximum power (Pmax) 100W.
  • Type cell monocrystalline.
  • Voltage at Pmax (Vmp) 17.4V Current at Pmax (Imp) 5.75A
  • Short circuit current (Isc) 6.33A
  • Open circuit voltage (Voc) 21.6VMaximum system voltage 1000V
Yang harus diperhatikan adalah angka Isc (short circuit current), nilainya dikalikan dengan jumlah panel surya, hasilnya merupakan nilai berapa nilai minimal dari charge controller yang dibutuhkan :
7 x 6,33 = 44,31 Ampere (sebaiknya gunakan 60A).

KAPASITAS INVERTER YANG DIBUTUHKAN :
Besarnya watt inverter DC to AC yang diperlukan adalah :Jumlah pemakaian listrik (lihat angka 1) = 425 watt (sebaiknya menggunakan inverter sine wave 1000 watt) :

HITUNG BIAYA YANG DIBUTUHKAN :
Perhitungan kasar biaya yang dibutuhkan untuk dapat membackup peggunaan listrik dirumah sebesar 425 watt :
  • 7 unit panel surya x 100 watt x Rp. 25.000 per watt = Rp. 17.500.000,- 
  • 12 buah aki Delcor N100 (100 Ah) x Rp. 1.400.000,- = Rp. 16.800.000,-
  • Charge controller 60 Ampere (40 A Rp. 2.500.000,-) = Rp.  3.000.000,-
  • Inverter 1000 watt 12 volt (modified sine wave) = Rp.2.250.000,- 
  • Total biaya = Rp.39.550.000,-
Biaya tersebut diatas belum termasuk biaya pemasangan, kabel dan lain-lain.

Kesimpulannya, biaya untuk membangun PLTS rumah tangga cukup mahal. Investasi anda yang cukup mahal ini adalah untuk jangka panjang minimal 20 tahun (umur panel surya).
Untuk membandingkan mahal tidaknya investasi ini anda harus menghitung berapa anda harus membayar tagihan listrik setiap bulan x 12 bulan x 20 tahun (rata-rata umur pakai panel surya).

Artikel ini diambil dari berbagai sumber yang tidak dapat disebutkan satu persatu, dan semata-mata bertujuan untuk berbagi informasi yang mungkin bermanfaat bagi pembaca. Saya tidak memiliki pengetahuan secara teknis mngenai PLTS, namun dengan keterbatasan pengetahuan tersebut saya bisa membangun PLTS sederhana dan keperluan darurat. Anda juga pasti bisa.Artikel selanjutnya akan membahas PLTS sederhana dan untuk keperluan darurat.

Rabu, 13 Maret 2013

PANEL SURYA (SOLAR CELL)

PANEL SURYA
SEKILAS TENTANG PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA

Sumber daya alam alternatif terbesar untuk pembangkit listrik yang disediakan oleh Tuhan pencipta alam semesta ini adalah cahaya matahari. Cahaya matahari ini di Indonesia tersedia dari jam 6 pagi sampai dengan jam 6 sore. Cahaya matahari tidak perlu kita beli atau kita bayar dan tersedia dalam jumlah yang tidak terbatas. Cahaya matahari dapat dirubah menjadi energi listrik, yang lazim disebut PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS).
Pembangkit Listrik Tenaga Surya ini sangat berguna didaerah yang tidak terjangkau oleh jaringan listrik PLN dan keadaan darurat dimana suplai listrik dari PLN terhenti.
Permasalahan mendasar dalam membangun PLTS ini untuk kebutuhan rumah tangga ini membutuhkan biaya yang cukup besar. Biaya yang cukup besar ini hanya dikeluarkan pada saat membangun PLTS sedangkan umur PLTS ini bisa mecapai 20 tahun (hitunglah berapa biaya listrik yang harus anda bayar ke PLN setiap bulannya bandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk membangun PLTS). Dalam artikel berikutnya akan kami bahas biaya instalasi PLTS sederhana.


Apa saja yang dibutuhkan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sederhana? :
·      Panel Sel Surya (Solar cell).
·      Rangkaian kontroler pengisian (charge controller).
·      Baterai (aki) 12 volt yang maintenance free.
·      Inverter DC ke AC
CONTOH INSTALASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA

1.    PANEL SEL SURYA (SOLAR CELL)
Panel surya / solar cell menghasilkan energi listrik dengan mengkonversikan energi cahaya matahari menjadi listrik. Sel silikon (disebut juga solar cell) yang disinari matahari, membuat photon yang menghasilkan arus listrik. Sebuah sebuah solar cell menghasilkan arus listrik searah (DC) dengan tegangan kurang lebih 0.5 Volt.
Panel sel surya merupakan modul yang terdiri beberapa sel surya yang digabung dalam hubungan seri dan paralel tergantung ukuran dan kapasitas yang diperlukan. Modul sel surya itu menghasilkan energi listrik yang proporsional dengan luas permukaan panel yang terkena sinar matahari. Jadi sebuah panel surya / solar cell 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel (untuk menghasilkan 17 Volt tegangan maksimum).
Kebanyakan pemasangan panel surya diletakkan dengan posisi statis menghadap matahari, seperti diatap rumah atau menggunakan tiang yang berdiri sendiri, ditempat yang tidak terdapat penghalang sinar matahari. Padahal bumi itu bergerak mengelilingi matahari. Orbit yang ditempuh bumi berbentuk elips dengan matahari berada di salah satu titik fokusnya. Karena matahari bergerak membentuk sudut selalu berubah, maka dengan posisi panel surya itu yang statis itu tidak akan diperoleh energi listrik yang optimal. Agar dapat terserap secara maksimum, maka sinar matahari itu harus diusahakan selalu jatuh tegak lurus pada permukaan panel surya. Jadi, untuk mendapatkan energi listrik yang optimal, sistem sel surya itu masih harus dilengkapi dengan rangkaian kontroler optional untuk mengatur arah permukaan panel surya agar selalu menghadap matahari sedemikian rupa sehingga sinar mahatari jatuh hampir tegak lurus pada panel suryanya, kontroler ini cukup mahal sehingga jarang dipergunakan.

Dipasaran tersedia berbagai merek panel surya dengan kapasitas 10 watt, 20 watt, 50 watt, 100 watt, 150 watt. Dan harganya bervariasi misalnya panel 50 watt harga berkisar 1 juta s.d 1,5 juta. Saat ini banyak juga beredar dipasaran panel made in china, panel buatan china ini cukup baik kualitasnya (untuk diketahui perusahaan besar pembuat panel surya untuk solar cell diproduksi oleh pabrikan di china). Umur pakai panel surya berkisar 20 tahun dan bebas perawatan.


2.    CHARGE CONTROLLER
Rangkaian kontroler pengisian (charge controller) merupakan rangkaian elektronik yang melakukan pengaturan pengisian aki (baterai). Aki (baterai) seperti aki mobil tegangannya adalah 12 volt, tegangan yang berlebih pada saat pengisian aki akan menyebabkan kerusakan pada aki. Kontroler ini berfungsi mengatur tegangan aki dalam 12 volt (+/- 10%), apabila tegangan turun menjadi 10,8 volt maka kontroler akan mengisi aki dengan panel surya sebagai sumber dayanya, sebaliknya apabila tegangan aki pada proses pengisian telah lebih 13,2 volt maka kontroler akan menghentikan pengisian aki.
Dipasaran tersedia charge controller 10 Amp, 15 Amp, 20 Amp, 30 Amp, 50 Amp.

3.  AKI (BATERAI)
Aki (baterai) adalah alat penyimpan tenaga listrik arus searah ( DC ). Ada beberapa jenis aki yang beredar di pasaran yaitu :
  • Aki Basah/konvensional.
  • Aki Hybrid.
  • Aki MF (Maintance Free)

Aki basah/konvensional, masih menggunakan asam sulfat ( H2SO4 ) dalam bentuk cair.  Sedangkan aki MF sering disebut juga aki kering karena asam sulfatnya sudah dalam bentuk gel.  

Ada beberapa pertimbangan dalam memilih aki :
  • Tata letak, apakah posisi tegak, miring atau terbalik. Bila pertimbangannya untuk segala posisi maka aki kering adalah pilihan utama karena cairan air aki tidak akan tumpah.
  • Voltase / tegangan, di pasaran yang mudah ditemui adalah yang bertegangan 6V, 12V dan 24V.  Untuk penggunaan pembangkit listrik tenaga surya mempergunakan tegangan 12 volt.
  • Kapasitas aki adalah dalam satuan Ah ( Ampere hour ), yang menyatakan kekuatan aki, seberapa lama aki tersebut dapat bertahan mensuplai arus dengan beban tertentu.
  • Pemakaian dari aki itu sendiri apakah untuk kebutuhan rutin yang sering dipakai ataukah cuma sebagai back-up saja.  Aki basah, tegangan dan kapasitasnya akan menurun bila disimpan lama tanpa recharge, sedangkan aki kering relatif stabil bila di simpan untuk jangka waktu lama tanpa recharge.
  • Harga aki kering karena mempunyai banyak keunggulan harganya lebih mahal daripada aki basah. 
4.  INVERTER DC TO AC
Inverter adalah rangkaian perangkat elektrik yang digunakan untuk Mengubah arus listrik searah (DC) menjadi arus listrik bolak balik (AC). Inverter mengkonversi arus listrik searah (DC) dari perangkat seperti baterai, panel surya menjadi arus listrik dua arah (AC). Penggunaan inverter dalam Pembangkit listrik tenaga surya adalah untuk perangkat yang menggunakan arus listrik dua arah (AC) seperti TV, komputer, lampu penerangan dll.

     
     Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan inverter :
  • Kapasitas beban dalam Watt, usahakan memilih inverter yang watt-nya mendekati beban yang hendak kita gunakan agar effisiensi kerjanya maksimal. Dipasaran tersedia berbagai merek dengan beban 500 watt, 1000 watt, 2000 watt.
  • Input DC 12 Volt atau 24 Volt.
  • Sinewave ataupun square wave output AC. True sine wave inverter diperlukan terutama untuk beban-beban yang masih menggunakan motor agar bekerja lebih mudah, lancar dan tidak cepat panas. Oleh karena itu dari sisi harga maka inverter true sine wave yang paling mahal karena inverter jenis ini yang paling mendekati bentuk gelombang asli dari jaringan listrik PLN. Sedangkan pada square wave inverter, beban listrik yang menggunakan kumparan / motor tidak dapat bekerja sama sekali. Dalam perkembangannya di pasaran juga beredar modified sine wave inverter yang merupakan kombinasi antara square wave dan sine wave.  Perangkat yang menggunakan kumparan masih bisa beroperasi dengan modified sine wave inverter, hanya saja kurang maksimal.Selain itu dikenal juga istilah Grid Tie inverter yang merupakan special inverter yang biasanya digunakan dalam sistem energi listrik terbarukan, yang mengubah arus listrik DC menjadi AC yang kemudian diumpankan ke jaringan listrik yang sudah ada.  Grid Tie Inverter juga dikenal sebagai synchronous inverter dan perangkat ini tidak dapat berdiri sendiri, apalagi bila jaringan tenaga listriknya tidak tersedia.
  • Rugi/loss yang terjadi pada inverter biasanya berupa dissipasi daya dalam bentuk panas.  Effisiensi tertinggi dipegang oleh grid tie inverter yang diclaim bisa mencapai 95-97% bila beban outputnya hampir mendekati rated bebannya.  Sedangkan pada umumnya effisiensi inverter adalah berkisar 50-90% tergantung dari beban outputnya.  Bila beban outputnya semakin mendekati beban kerja inverter yang tertera maka effisiensinya semakin besar, demikian pula sebaliknya.  Modified sine wave inverter ataupun square wave inverter bila dipaksakan untuk beban-beban induktif maka effisiensinya akan jauh berkurang dibandingkan dengan true sine wave inverter.  Perangkatnya akan menyedot daya 20% lebih besar dari yang seharusnya.
Semoga bermanfaat.

Sabtu, 09 Maret 2013

DR. WARSITO P. TARUNO PENEMU ALAT PENYEMBUH KANKER OTAK DAN PAYU DARA

ALAT PENYEMBUH KANKER OTAK DAN PAYUDARA
Penemuan DR. Warsito P. Taruno

Artikel ini bertujuan untuk sharing kepada yang membutuhkan info terkait alat penyembuhan kanker otak dan payudara dan semoga bermanfaat.
Salah satu sumber artikel http://drwarsito.wordpress.com dan sumber lain yang disebutkan dibawah artikel.

DR. Warsito P. Taruno di acara Kick Andi www.youtube.com/watch?v=Ke6x2apWmOk 
Sumber : http://indonesiaproud.wordpress.com


MOHON MAAF JANGAN MENGHUBUNGI TELEPON ZOEL RADIO, SAYA HANYA MEMBANTU MEMPOSTING INFORMASI INI AGAR BISA MEMBANTU SAUDARA-SAUDARA SAYA PENDERITA KANKER.



Info penting yang perlu anda ketahui :
Alat yang ditemukan oleh DR. Warsito P. Taruno belum dikomersialkan, anda yang benar-benar membutuhkan alat ini silahkan ke alamat dibawah ini :


CTECH LABS Edwar Technology

Jl. Hartono Raya R-28, Modernland, Tangerang

TLP. 021-5529930 


(Telpon sementara sulit masuk karena terlalu banyak yang telpon sebaiknya anda datang langsung).


Data yang diperlukan:
1. Fotocopy KTP (Ybs dan Wali)
2. Surat pernyataan volunter ingin memakai alat (dikenai biaya pembuatan alat) dan surat rekomendasi dokter.
3. Hasil scan (CT, MRI, PET, USG, dsbnya), keterangannya difotokopi.
4. Fotokopi hasil lab.


Info tambahan:
Lab buka Senin s.d. Jum’at, mulai pukul 9.00 s/d 17.00  dan Sabtu 1/2 hari. Minggu tutup.
Untuk pasien baru datang Senin s.d. Kamis saja. Untuk pasien lama, kontrol sebulan / 2 bln sekali – telp dulu u/ mendaftar di hari senin s/d sabtu.


Warsito P. Taruno, Ilmuwan Pencipta Alat Pembasmi Kanker Payudara dan Otak



Awalnya, karir Dr Warsito P. Taruno sebagai peneliti dibangun di Jepang. Di Negeri Matahari Terbit itu, reputasinya sebagai peneliti cukup diperhitungkan. Dari tangan dinginnya, tercipta sebuah alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara. 
Tak sedikit peneliti Indonesia yang lebih suka berkarir dan bekerja di luar negeri ketimbang di dalam negeri. Sebab, di luar negeri lebih menjanjikan. Tapi, itu tak berlaku bagi Warsito P. Taruno.
Semula, Warsito merupakan salah seorang peneliti Indonesia yang berkarir di Shizuoka University, Jepang. Di kampus tersebut, pria 54 tahun (note: mestinya 45 tahun) itu juga menjadi salah seorang dosen. Selama berada di Jepang, hidup Warsito lebih dari cukup. Apalagi, pemerintah di sana sangat memperhatikan dan menghargai para peneliti.
Tapi, itu semua tak menghalangi tekad Warsito untuk pulang kampung. Dia lantas merintis pendirian Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology yang bergerak di bidang teknologi penemuan.
Lama-kelamaan, lembaga tersebut berkembang pesat, meski berkantor di ruko di kawasan perumahan Modernland, Tangerang. Sejumlah sistem dan alat berhasil diciptakan Warsito dan kini menjadi incaran dunia internasional.”Saya ingin pulang ke Indonesia dan melakukan riset sendiri,” jelas Warsito ketika ditemui di kantornya, Ctech Labs Edwar Technology, kemarin (29/12).
Kini Warsito dan timnya tengah mengembangkan alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara. Alat tersebut berupa teknologi pemindai atau tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis (electrical capacitance volume tomography/ECVT).
Dengan alat tersebut, Warsito yang asli Karanganyar itu menciptakan empat perangkat pembasmi kanker payudara dan kanker otak. Perangkat itu terdiri atas brain activity scanner, breast activity scanner, brain cancer electro capacitive therapy, dan breast cancer electro capacitive therapy.
Brain activity scanner dibuat Warsito sejak Juni 2010. Alat tersebut berfungsi mempelajari aktivitas otak manusia secara tiga dimensi. Bentuk alat tersebut mirip helm dengan puluhan lubang connector yang dihubungkan dengan sebuah stasiun data akuisisi yang tersambung dengan sebuah komputer.
Alat itu bisa mendeteksi ada tidaknya sel kanker di otak. “Dengan alat itu, juga bisa dilihat seberapa parah kanker otak yang diderita pasien,” jelas Warsito.
Sementara itu, breast activity scanner diciptakan pada September lalu. Sedikit banyak, dua alat itu memiliki kesamaan, yakni mendeteksi adanya sel kanker di tubuh.
Selain dua alat tersebut, Warsito melengkapinya dengan membuat brain cancer electro capacitive therapy dan breast cancer electro capacitive therapy. Dua alat itu berbasis gelombang listrik statis dengan tenaga baterai. Dua alat tersebut terbukti dapat membunuh sel kanker hingga tuntas hanya dalam waktu dua bulan.
Warsito telah membuktikan keampuhan alat ciptaannya kepada kakak perempuannya yang menderita kanker payudara stadium IV. Terdorong oleh kondisi kakaknya, Suwarni, alumnus Jurusan Teknik Kimia Shizuoka University, Jepang, tersebut menciptakan breast cancer electro capacitive therapy yang berbasis listrik statis.
Bentuk alat tersebut dibuat mirip dengan penutup dada yang mengandung aliran listrik statis di bagian dalam. Penutup dada berwarna hitam itu terhubung dengan sebuah baterai yang bisa di-charge. “Sengaja dibuat mirip dengan penutup dada biar mudah digunakan,” papar Warsito.
Warsito pun mengenakan alat temuannya itu kepada kakaknya selama sebulan. Penutup dada tersebut harus dipakai selama 24 jam. Pada minggu pertama, terlihat efek samping dari alat itu. Namun, efek tersebut tidak sampai menyiksa seperti proses kemoterapi. Hanya, keringat penderita yang menggunakan alat tersebut berlendir dan sangat bau. Urine dan fesesnya (kotoran) pun berbau lebih busuk. Menurut Warsito, hal tersebut menandakan bahwa sel kankernya tengah dikeluarkan.
“Bau busuk itu berasal dari sel kanker yang sudah mati dan dikeluarkan lewat urine, keringat, dan feses. Tapi, si penderita tidak merasakan sakit, hanya gerah,” paparnya.
Temuan Warsito itu ternyata berhasil. Dalam waktu sebulan setelah pemakaian, hasil tes laboratorium menyatakan bahwa kakaknya negatif kanker. Sebulan kemudian, sang kakak dinyatakan bersih dari sel kanker yang hampir merenggut nyawa itu.
Untuk brain cancer electro capacitive therapy, suami Rita Chaerunnisa tersebut mencoba mengenakannya kepada seorang pemuda berusia 21 tahun yang menderita penyakit kanker otak stadium lanjut. Bahan dasar yang digunakan mirip dengan breast cancer electro capacitive therapy. Namun, bentuknya disesuaikan dengan bentuk kepala sehingga menyerupai pelindung kepala.
Serupa dengan metode yang diterapkan kepada sang kakak, Warsito mengenakan alat tersebut kepada pemuda itu selama sebulan pada September lalu. Karena alat itu dipakai di kepala, pasien akan merasakan gerah pada bagian kepala.
Pada tiga hari awal pemakaian alat tersebut, tingkat emosi pasien akan meningkat. Setelah itu, muncul gejala-gejala keringat berlendir hingga feses yang baunya lebih nggak enak.
Warsito menceritakan, awalnya pemuda tersebut mengalami lumpuh total. Dia tidak bisa bangun dari tempat tidur, bahkan tidak mampu menelan makanan. Sel kanker telah menyebar di area pangkal otak penderita itu. Namun, setelah seminggu pemakaian alat tersebut, pemuda itu sudah bisa bangun dari tempat tidur serta menggerakkan tangan dan kaki.
Setelah dua bulan pemakaian, pemuda tersebut sudah dinyatakan sembuh total. “Dua bulan sudah bersih. Sel kankernya sudah hilang,” papar dia.
Setelah keberhasilan dua pasien itu, Warsito menerima banyak pesanan. Bahkan, jumlahnya mencapai ratusan. Saat pesanan membeludak, para staf Warsito terpaksa bekerja ekstrakeras hingga larut malam. Sebab, setiap pasien tidak bisa menggunakan alat yang sama. “Alat terapi itu harus dibuat sesuai dengan kondisi pasien sehingga tidak sama antara satu dan yang lain,” jelasnya.
Karena masih tergolong riset, harga alat terapi itu tergolong sangat terjangkau, hanya sekitar Rp 1 juta. Saat ini alat pembasmi kanker tersebut telah didaftarkan di Kementerian Kesehatan untuk mendapat izin edar. “Kalau sudah ada izin, bisa segera digunakan oleh masyarakat luas. Harga bisa berubah, tapi pastinya masih terjangkau,” ucap dia.
Keberhasilan Warsito tersebut ternyata juga menjadi perhatian dunia internasional. Salah satu di antaranya, The University of King Abdulaziz, Saudi Arabia. Universitas yang berlokasi di kota Jeddah itu sudah memesan breast activity scanner dan brain activity scanner. “Dan satu lagi alat scanner untuk perminyakan yang menggunakan sistem ECVT 128 channel,” jelasnya.
Sebuah rumah sakit besar di India pun sudah memesan sejumlah alat terapi kanker payudara ciptaan Warsito. “Ya, baru beberapa hari lalu kami melakukan clinical test di India,” imbuh dia.
Sebelum menemukan alat pembasmi kanker payudara dan otak, Warsito sudah dikenal dunia internasional lewat temuannya, yakni sistem ECVT. Sistem ECVT tersebut merupakan tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Shizuoka University, Jepang, pada 1991. Berdasar sistem tersebut, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun tertarik memakai teknologi pemindai temuan Warsito tersebut.
NASA menggunakannya pada pesawat ulang alik. Teknologi tersebut memungkinkan untuk melihat tembus timbunan material di dinding luar pesawat ulang alik. “Kalau ada timbunan air di bagian luar pesawat, dindingnya bisa terbakar,” jelasnya.
Tidak hanya itu. Saat mengajar di Ohio State University pada 2001, dia berhasil mengembangkan tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis. Paper yang menjelaskannya dimuat di jurnal Measurement Science and Technology. Artikel tersebut menjadi paper yang paling banyak diakses di penerbitan online oleh Institute of Physics (London).
Teknologi tersebut dipatenkan di Amerika pada 2003. Saat masih aktif mengajar dan berkutat dengan sejumlah riset di Ohio State University, Amerika Serikat, Warsito malah memilih pulang ke Indonesia pada 2003. Pilihannya untuk kembali ke tanah air tidak direstui pihak institusi tempatnya mengajar waktu itu. Masih banyak kewajiban yang harus dipenuhi Warsito.
Alhasil, dia pun terpaksa bolak-balik Amerika-Indonesia selama kurun waktu 2003-2006. Pada 2005, Warsito mulai mengajar di Jurusan Fisika Medis Universitas Indonesia.
Namun, pada 2006, pihak Ohio State University yang selama ini mendanai riset Warsito menghentikan aliran dananya. Warsito yang kala itu sudah membangun perusahaan di Indonesia terancam bangkrut. Selama dua tahun dia berupaya menutupi semua biaya risetnya dengan berbagai cara. “Habis-habisan pokoknya,” jelasnya.
Namun, di balik kesulitan finansial yang membelit, Warsito berhasil melakukan sebuah pencapaian. Pada akhir 2007, dia berhasil menciptakan sistem tomografi empat dimensi pertama di dunia. Institusi tempat dirinya bekerja dulu, Ohio State University, langsung tertarik membeli sistem tersebut.
“Tapi, saya maunya mereka membayar 100 persen di muka. Awalnya mereka pikir-pikir. Tapi, setelah saingan mereka Washington State University juga tertarik membeli, mereka langsung oke,” jelasnya.
Dari situ kondisi keuangan Warsito membaik. Tanpa bantuan pemerintah, dia mulai bisa menciptakan temuan-temuan yang lain. Di antaranya, temuan yang dinamakan Sona CT Scanner. Alat tersebut adalah scanner berbasis ultrasonik untuk tabung gas bertekanan tinggi. Alat tersebut merupakan pesanan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta.
Berkat sejumlah temuannya, Warsito pernah diganjar beberapa penghargaan. Di antaranya, penghargaan rintisan teknologi industri, Kemenperin; penghargaan inovator teknologi, Kemenristek; hingga penghargaan Achmad Bakrie pada 2009 untuk teknologi.
Ke depan Warsito mengatakan bahwa dirinya ingin memperdalam temuannya. Yakni, alat pendeteksi kanker otak dan payudara. Dia juga akan menciptakan alat terapi untuk segala jenis kanker dengan menggunakan metode gelombang listrik statis. “Fokusnya ke depan ya di tiga itu dulu,” imbuhnya
Sumber: Jawa Pos 30 Desember 2011

Suwarni, Survivor Kanker Payudara yang Sembuh Total berkat Alat Ciptaan sang Adik
Suwarni adalah sosok yang menginspirasi ilmuwan UI Warsito P. Taruno menciptakan alat terapi kanker payudara. Berkat alat terapi berbasis listrik statis tersebut, kanker payudara stadium IV yang diderita Suwarni sembuh total hanya dalam hitungan bulan.
SEKARING RATRI A., Solo
SUWARNI, 50, beberapa kali tersenyum menyaksikan polah tingkah cucu perempuannya yang tengah asyik bermain dengan sepedanya. Perempuan berjilbab itu juga terlihat sehat dan bahagia.   Untuk ukuran perempuan setengah baya, Suwarni tergolong masih energik. Padahal, perempuan berkacamata itu adalah salah seorang survivor kanker payudara.   Namun, tidak seperti survivor kanker payudara pada umumnya yang bisa sembuh atas bantuan dokter. Suwarni yang pernah mengidap kanker payudara stadium IV berhasil sembuh total berkat temuan adik kandungnya, ilmuwan Universitas Indonesia (UI) Warsito P. Taruno. “Adik saya itu benar-benar malaikat penolong saya. Benar-benar mukjizat ini,” ujar Suwarni saat ditemui di kediamannya, kawasan Triyagan, Mojolaban, Sukoharjo (31/12).   Suwarni mengaku shock saat mengetahui dirinya menderita kanker. Sebab, gaya hidup dan pola makannya cukup sehat. Apalagi, dia tinggal di daerah pinggir kota yang jauh dari polusi kendaraan.   Ibu tiga anak itu mulai merasakan gejala penyakit ganas tersebut pada pertengahan 2009. Dia menuturkan, secara tidak sengaja, payudaranya terbentur kaca spion motor. Benturan itu tidak keras, namun rasa sakit yang dirasakan cukup hebat. Meski begitu, dia memilih membiarkan hal tersebut.   Rasa sakit itu kembali timbul saat payudaranya tidak sengaja terkena kepala cucu. Sekali lagi, Suwarni merasakan sakit yang luar biasa.
Seperti sebelumnya, dia memilih mengabaikan rasa sakit tersebut hingga akhirnya dia melihat perubahan pada tekstur payudaranya. Puting payudaranya tiba-tiba terdorong ke dalam. “Di bawahnya juga ada benjolan,” kenang perempuan kelahiran 23 Juli 1961 itu.   Suwarni menunjukkan perubahan tersebut kepada suaminya. Sang suami langsung memaksa dia untuk memeriksakan diri. Suwarni menurut.   Pada 4 Februari 2010, Suwarni memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum dr Moewardi, Solo. Menurut istri Suparjo itu, saat dirinya menjelaskan gejala-gejala yang dialami, sang dokter langsung tahu bahwa dirinya menderita kanker payudara stadium IV. Dengan kata lain, kondisi Suwarni sudah parah. Dokter yang menangani Suwarni adalah seorang dokter spesialis onkologi ternama di Solo, yakni dr Djoko Dlidir SpBOnk.   Mendengar keterangan dokter tersebut, Suwarni langsung shock. “Saya sampai gemetar,” kata Suwarni dengan mata memerah. Sebab, lanjut dia, selama ini dirinya tidak pernah menderita penyakit berat. Setelah itu, dia menjalani serangkaian tes di laboratorium. Sepulang dari rumah sakit, Suwarni memberanikan diri memberi tahu anak-anaknya.    Semua menangis mengetahui kondisi ibunya. Keesokan harinya dia kembali menemui dokter. Namun, Suwarni diharuskan kembali melakukan pemeriksaan laboratorium. “Sebab, sebelumnya ada yang salah,” katanya.   Berselang dua hari kemudian, nenek dua cucu itu kembali memeriksakan diri. Melihat kondisi Suwarni, dokter memutuskan melakukan operasi sehari kemudian.   Dua minggu pascaoperasi, Suwarni merasa lega. Dia mulai beraktivitas seperti biasa. Berdasar hasil pengangkatan sel kanker, dokter mendeteksi bahwa kanker tersebut termasuk ganas. Karena itu, Suwarni diharuskan untuk melakukan kemoterapi.
Namun, dia ragu. Padahal, seluruh keluarganya mendukung dia agar melakukan kemoterapi. “Karena waktu saya tanya, dokternya ternyata tidak berani jamin saya bisa sembuh jika kemoterapi. Sebab, itu cuma nunda. Apalagi, biayanya mahal, hampir Rp 20 juta sekali kemoterapi,” jelasnya.   Awalnya Suwarni hanya memberi tahu kakak perempuannya yang berada di Jakarta. “Kakak perempuan saya terus cerita ke Warsito. Saya ndak berani cerita ke Warsito karena saya takut ngganggu,” jelasnya. Begitu tahu sang kakak menderita kanker, Warsito langsung menelepon Suwarni.   Suwarni juga sempat menanyakan harapan hidup dirinya kepada dokter. Menurut dokter yang merawatnya, dia hanya memiliki waktu paling lama dua tahun ke depan. Mendengar itu, Suwarni memberanikan diri curhat kepada sang adik, Warsito.
“Dia bilang, Yu (Mbak -panggilan Warsito kepada Suwarni, Red) ndak usah mikir macem-macem. Jangan malah banyak pikiran. Yang penting makan yang banyak,” ujar Suwarni menirukan ucapan adiknya yang enam tahun lebih muda darinya itu.   Sekitar tiga bulan kemudian, sang adik kebetulan ada kunjungan ke Jogjakarta bersama Menristek, kala itu, Suharna Surapranata. Sebagai informasi, hingga kini Warsito adalah staf khusus Kemenristek. Ternyata, dalam kurun waktu tiga bulan setelah mendengar curhat sang kakak, Warsito menciptakan alat terapi kanker payudara khusus untuk kakaknya.
Alat yang bentuknya mirip penutup dada berwarna hitam itu diantarkan langsung ke rumah Suwarni oleh staf Warsito. “Sementara dia kasih instruksi lewat telepon. Ya dia bilang, Yu ini harus dipakai 24 jam, tapi jangan kena air,” ungkapnya.
Setelah mendapat alat tersebut, keesokan harinya Suwarni kembali mendatangi dokter. Dia menunjukkan alat tersebut. Sang dokter meminta Suwarni melakukan pemeriksaan di laboratorium setelah pemakaian alat tersebut selama sebulan.
Sebulan berlalu, Suwarni melakukan tes dan menyerahkan hasilnya kepada dokter itu. Sang dokter pun mengakui, hasil tes tersebut menyatakan penyakit kanker payudaranya sudah negatif. Meski begitu, sang dokter tetap meminta Suwarni terus memeriksakan diri.
Sesuai dengan arahan dokter, sebulan berikutnya Suwarni yang rutin menggunakan alat tersebut sekali lagi melakukan tes di laboratorium. Seperti sebelumnya, dia membawa hasil tes tersebut kepada dokter. “Bulan berikutnya saya checkup lagi. Pas dokternya lihat hasil lab-nya, dia lihat lama sekali, kira-kira seperempat jam. Lalu, dia bilang, alhamdulillah, ini mukjizat buat Ibu, sudah bersih ini,” ujar Suwarni.   Mendengar jawaban sang dokter, Suwarni pun merasa lega bukan main. Meski begitu, dia tetap rutin melakukan pemeriksaan di laboratorium. Hingga Desember 2011, Suwarni masih melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan tersebut selalu dikirimkan kepada sang adik.
“Saya kirim ke dia semuanya. Dia terus pantau apa sel kankernya ada lagi atau ndak dan, alhamdulillah, sampai sekarang ndak ada,” jelasnya.   Selain sel kanker, penyakit-penyakit lainnya ternyata membaik. Suwarni menyebutkan, dirinya juga memiliki tekanan darah tinggi dan asam urat. Namun, setelah menggunakan alat tersebut, tekanan darahnya mulai normal.
Kesembuhan Suwarni itu pun mengagetkan Warsito. Karena itu, dia ingin mendalami lebih jauh alat temuannya tersebut. Bahkan, sang kakak pernah diundang ke kantornya untuk memberikan testimoni kepada kalangan medis internasional yang tertarik dengan temuannya itu.
“Saya pernah dipertemukan sama orang India yang tinggal di Malaysia dan orang Singapura. Mereka tertarik sama alatnya adik saya,” katanya.   Dengan keberhasilan sang adik tersebut, Suwarni berharap agar banyak perempuan pengidap kanker payudara seperti dirinya bisa disembuhkan. Memang, selain mengandalkan temuan sang adik, Suwarni menerapkan hidup yang benar-benar sehat. Dia memperbanyak berolahraga dan mengonsumsi sayur serta buah-buahan.   Hingga kini, Suwarni masih memakai alat tersebut, namun hanya 12 jam sehari. “Tapi, kadang ya tidak saya pakai,” imbuh dia.   Sementara itu, dr. Djoko Dlidir, Sp.BOnk mengaku tidak ingat pernah menangani pasien bernama Suwarni. Menurut dr Djoko, dirinya menangani ribuan pasien kanker payudara yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. “Waduh, saya ndak ingat ya. Kalau ndak lihat rekam medisnya, saya ndak ingat detailnya,” jelasnya ketika ditemui di Hotel Lor In, Solo, Sabtu malam (31/12).
Namun, menurut onkolog ternama di Kota Solo itu, dirinya tidak pernah memvonis negatif hasil tes kanker payudara pasiennya. Sebab, menurut dia, sel kanker bisa saja tumbuh, bahkan setelah belasan tahun. “Saya ndak pernah bilang negatif, tetap harus kontrol. Sebab, pasien yang sudah sebelas tahun bersih bisa tumbuh lagi kok,” imbuh dia.   Meski begitu, dia sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Warsito. Menurut dia, yang terpenting adalah kesembuhan pasien. “Kami kalangan medis tidak masalah dengan adanya penemuah-penemuan seperti itu. Itu justru membantu sekali. Kan yang paling penting adalah pasien itu sembuh,” katanya. (c4/nw).